BAPPEDA

KABUPATEN LAMPUNG UTARA

A. Kawasan Strategis Bidang Pendayagunaan Sumber Daya Alam


Dalam konsep pengembangan wilayah (Regional Development), 2 (dua) diantara sekian banyak faktor yang sangat menentukan suatu wilayah dapat berkembang, adalah Explorasi dan Exploitasi Sumber Daya Alam (SDA). Potensi SDA yang relatif berpengaruh besar terhadap potensi pengembangan wilayah Kabupaten Lampung Utara antara lain:


Potensi Pengembangan Wilayah Perkebunan, yang berlokasi di:

  • Kecamatan Bunga mayang dengan luas kurang lebih 16.020 (enam belas ribu dua puluh) Ha;
  • Kecamatan Sungkai Selatan dengan luas kurang lebih 4.558 (empat ribu lima ratus lima puluh delapan) Ha;
  • Kecamatan Abung Barat dengan luas kurang lebih 6.186 (enam ribu seratus delapan puluh enam) Ha;
  • Kecamatan Tanjung Raja dengan luas kurang lebih 7.424 (tujuh ribu empat ratus dua puluh empat) Ha;
  • Kecamatan Bukit Kemuning dengan luas kurang lebih 3.364 (tiga ribu tiga ratus enam puluh empat) Ha;
  • Kecamatan Kotabumi Selatan dengan luas kurang lebih 3.361 (tiga ribu tiga ratus enam puluh satu) Ha;
  • Kecamatan Abung Selatan dengan luas kurang lebih 2.945 (dua ribu sembilan ratus empat puluh lima) Ha;

Potensi Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian, yang terdiri dari:


Potensi Pengembangan Komoditas Perikanan dilakukan melalui :


Potensi Pengembangan Kawasan Perkotaan dilakukan melalui :


B. Kawasan Budi Daya


Pengembangan kawasan pemanfaatan ruang pada kawasan budi daya. bertujuan untuk menjaga kualitas daya dukung Kabupaten Lampung Utara, lingkungan wilayah perencanaan, menciptakan lapangan kerja, terciptanya keserasian dengan rencana struktur ruang yang dikembangkan. Pola ruang kawasan budi daya Kabupaten Lampung Utara terdiri dari:


1) Kawasan Peruntukan Hutan Produksi


Hutan produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan, dimana pemanfaatan hutan produksi dapat berupa pemanfaatan kawasan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu, serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu. Hutan Produksi tetap (HP) yang hingga saat ini, masih menunggu keputusan tata batas dengan wilayah Kabupaten Way Kanan. Berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 256/KPTS-II/2000 tanggal 23 Agustus Tahun 2000, Kawasan Hutan Produksi Way Hanakau (No register 46), ditetapkan sebagai Hutan Produksi (HP) seluas 177 Ha (0,06% dari luas wilayah hutan register 46), luas hutan tersebut termasuk ke dalam wilayah administratif bagian Utara Kabupaten Lampung Utara, yaitu Kecamatan Bunga Mayang dan Kecamatan Sungkai Utara.

Sedangkan totalitas hutan produksi yang dimiliki seluas 177 Hektar, dengan rincian 127,44 Hektar berada di wilayah Kecamatan Sungkai Utara dan seluas 49,56 Hektar berada di wilayah kecamatan Bunga Mayang. Akan tetapi luasan Kawasan Hutan Produksi Way Hanakau (No register 46), sebesar 177 Ha (0,06% dari luas wilayah hutan register 46), yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, masih menunggu kepastian proses penyelesaian penetapan tapal batas wilayah administratif antara Kabupaten Lampung Utara dengan Kabupaten Way Kanan.


2) Kawasan Peruntukan Pertanian


Kawasan peruntukan pertanian adalah kawasan yang diperuntukan bagi kegiatan pertanian, yang meliputi kawasan pertanian tanaman pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan yang secara rinci sebagai berikut:



Kawasan budidaya perternakan terdiri dari:



3) Kawasan Peruntukan Perikanan


Kawasan peruntukan perikanan meliputi Kawasan perikanan budidaya, Kawasan Minapolitan dan Prasarana perikanan yang secara rinci sebagai berikut:



4) Kawasan Peruntukan Pertambangan


Kawasan peruntukan pertambangan meliputi wilayah usaha pertambangan mineral batu bara dan wilayah usaha pertambangan mineral non-logam berupa pasir dan batuan yang secara rinci sebagai berikut:



5) Kawasan Peruntukan Industri


Kawasan peruntukan industri meliputi wilayah industri besar; dan industri rumah tangga yang secara rinci sebagai berikut:


6) Kawasan Peruntukan Pariwisata


Kawasan peruntukan pariwisata meliputi kawasan wisata alam, kawasan wisata budaya dan kawasan wisata buatan ang secara rinci sebagai berikut: